Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

Aqua

24 August 2013 - dalam produk Oleh kristin-natallia-feb12

Sejarah

Awal Pendirian

PT Aqua Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 di Indonesia. Ide mendirikan perusahaan AMDK timbul ketika Tirto bekerja sebagai pegawai pertamina pada awal tahun 1970-an. Ketika itu Tirto bertugas menjamu delegasi sebuah perusahaan Amerika Serikat. Namun jamuan itu terganggu ketika istri ketua delegasi mengalami diare yang disebabkan karena mengonsumsi air yang tidak bersih. Tirto kemudian mengetahui bahwa tamu-tamunya yang berasal dari negara Barat tidak terbiasa meminum air minum yang direbus, tetapi air yang telah disterilkan.

Ia dan saudara-saudaranya mulai mempelajari cara memproses air minum dalam kemasan. Ia meminta adiknya, Slamet Utomo untuk magang di Polaris, sebuah perusahaan AMDK yang ketika itu telah beroperasi 16 tahun di Thailand. Tidak mengherankan bila pada awalnya produk Aqua menyerupai Polaris mulai dari bentuk botol kaca, merek mesin pengolahan air, sampai mesin pencuci botol serta pengisi air.

Tirto mendirikan pabrik pertamanya di Pondok Ungu, Bekasi, dan menamai pabrik itu Golden Mississippi dengan kapasitas produksi enam juta liter per tahun. Tirto sempat ragu dengan nama Golden Mississippi yang meskipun cocok dengan target pasarnya, ekspatriat, namun terdengar asing di telinga orang Indonesia. Konsultannya, Eulindra Lim, mengusulkan untuk menggunakan nama Aqua karena cocok terhadap imej air minum dalam botol serta tidak sulit untuk diucapkan. Ia setuju dan mengubah merek produknya dari Puritas menjadi Aqua. Dua tahun kemudian, produksi pertama Aqua diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dengan harga jual Rp.75, hampir dua kali lipat harga bensin yang ketika itu bernilai Rp.46 untuk 1.000 ml.

Limbah Aqua dan Pengolahannya

Sampah merupakan persoalan tersendiri yang tak pernah selesai dibahas, apalagi di tengah ‘pemanasan global’ yang bukan sekedar isu lagi. Sampah non organik menjadi salah satu tersangka utama atas dosa abadinya yaitu tidak mau diurai oleh alam secara alami.

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah non organik yang secara garis besar meliput kegiatan pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi. Dengan daur ulang, sampah yang tadinya tak berguna disulap menjadi produk baru yang bernilai guna sama maupun produk baru yang punya fungsi berbeda.

Dalam pengertian sempit, tak jarang proses atau kegiatan daur ulang dinilai sebagai proses yang (lebih) mahal dibanding membuat produk baru. Namun secara kompleks, tujuan dari kegiatan daur ulang memiliki cakupan yang luas, yaitu mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi kerusakan lahan, dan mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca, ketimbang proses pembuatan barang baru. Penghematan energi dan polusi yang cukup besar bisa didapatkan dari daur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.

Menyikapi hal ini, Nur Adnan DR beserta kawan-kawannya, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta, membuat mesin pencacah plastik. Mesin sederhana ini cukup produktif dan efisien digunakan di lingkungan rumah tangga untuk mengubah bentuk sampah plastik menjadi bijih plastik (flakes, keping-keping plastik yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diolah lagi). Dengan demikian, sampah plastik yang menumpuk di lingkungan rumah tangga atau industri rumah tangga dapat lebih terkelola sehingga lingkungan lebih bersih dan sehat. Selain itu, pabrik pengolah plastik mau membeli sampah plastik yang sudah tercacah karena memperingan proses produksi mereka. Dan itu, berarti pendapatan bagi warga masyarakat.

Pengolahan Bijih Plastik di Pabrik

Secara garis besar, pabrik pengolah plastik akan memproses bijih plastik menjadi produk plastik baru dalam berbagai bentuk melalui beberapa proses. Bijih plastik dicuci dengan cairan kimia atau cairan panas, kemudian dipanaskan sampai cair lalu dicetak menyerupai lidi panjang. Bentuk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai permintaan. Dalam proses pencairan (pelelehan) tadi, selain diberi pewarna (sesuai permintaan), biasanya ditambahkan pula polymer. Polimer adalah unsur kimia yang dapat merekatkan, melenturkan plastik, agar tidak mudah patah atau pecah saat dibentuk nantinya.

 

Potongan-potongan plastik yang sudah diwarnai ini dimasukkan ke dalam mesin cetak (moulding machine) untuk dilelehkan dan dicetak sesuai keinginan. Misalnya, embel, gayung, tas plastik, jerigen, dan lain-lain. Nah, produk-produk inilah yang kemudian kita temui di pasaran.

 Bijih Plastik dari Mesin Sederhana

Anda mungkin bertanya-tanya, plastik yang seperti apa yang dapat diproses menjadi bijih plastik dengan mesin pencacah ini. Seperti Anda ketahui, terdapat bermacam-macam jenis plastik di dunia ini. Jenis-jenis plastik tersebut digolongkan dalam beberapa kelompok berkode. Untuk plastik kemasan produk pangan, terdapat tujuh kelompok dengan kode angka 1 hingga 7, diikuti singkatan nama bahan. Angka tersebut biasa ditulis di tengah gambar segitiga (simbol daur ulang).

Jenis plastik yang dapat dicacah dengan mesin ini adalah jenis plastik yang berkarakter cenderung keras dan tebal (bukan tipis seperti tas plastik, atau tas kresek). Contohnya adalah botol minuman, kursi plastik dan sebagainya. Biasanya berkode PET (Poly Ethylene Theraphalate), HDPE (High Density Polyethylene), PVC (Poly Vinyl Chlorida), PP (Poly Propylene), dan PS (Poli Styrene).

PET umumnya dipakai pada botol minuman atau bahan konsumsi cair lainnya, HDPE pada botol deterjen, PVC pada pipa dan furnitur, sedang PP pada tutup botol minuman, sedotan dan beberapa jenis mainan. Dan PS sering dipakai untuk pembuat kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur lainnya.

Menurut Nur Adnan dkk, mesin pencacah plastik yang ada sekarang ini menggunakan pisau yang terbuat dari baja pejal dan ber-casing (kemasan, tampilan luar) kurang menarik. Nur Adnan dkk memodifikasi mesin yang ada dengan mengubah bentuk pisau dan tampilan luarnya. Perubahan pada pisau bertujuan untuk meningkatkan putarannya sehingga diharapkan dalam waktu singkat dapat menghasilkan bijih plastik yang berkualitas. Sedang tampilan luar dimodifikasi agar lebih menarik dan memiliki nilai estetika.

Mesin pencacah plastik ini terdiri atas berbagai komponen yang saling mendukung agar dapat bekerja dengan baik. Setiap bagiannya berkaitan dan mempunyai fungsi masing-masing. Beberapa komponen yang penting tersebut diantaranya adalah body mesin pencacah plastik, saringan dan saluran keluar bijih plastik. Body mesin pencacah plastik berfungsi untuk menahan sampah plastik yang hancur agar tidak keluar dari proses pencacahan. Saringan berfungsi untuk menentukan ukuran bijih plastik yang terbentuk setelah proses pencacahan. Saluran keluar berfungsi untuk jalan keluar bijih plastik.

Nur Adnan dkk memanfaatkan plat bekas untuk membuat pisau dan rumah pisaunya. Pisau mesin dibuat dengan plat bekas berketebalan minimal 0,5 mm, sedang rumah pisaunya dengan plat berketebalan 5 mm. Untuk mata pisau, digunakan pegas daun bekas (pegas truk). Rangka dibuat dari propil u ukuran 40 x 35 x 3,5 mm, atau propil l ukuran 40 x 40 x 3,5. Proses perakitan terdiri dari 2 macam, pada body dan saluran keluar menggunakan proses pengelingan atau riveting dengan diameter lubang sambungan 4 mm dan diameter rivet 3 mm.

Untuk rangka, saringan, dan pisau di rakit dengan las busur listrik. Untuk tenaga penggeraknya dipilih motor listrik dengan kekuatan 1 pk. Untuk penentuan besar kecilnya kekuatan motor listrik, terlebih dahulu dihitung kekuatan tarik maksimum dari plastik/sampah plastik yang akan dihancurkan, setelah proses penghitungan maka besar kekuatan minimum dari motor listrik adalah 1 pk. Kapasitas mesin adalah ¼ kg per menit, dibuat dengan ukuran 540 x 500 x 1200 mm dengan tujuan untuk pemakaian tingkat industri rumah tangga.

Cara kerja mesin cukup sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan sampah plastik yang sudah dibersihkan dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya (PET, HDPE, dan lain-lain), lalu memasukkannya ke dalam mesin yang menyala. Tunggu sekitar 1 menit, jadilah bijih plastik (flakes) yang siap dijual ke pabrik pengepul. Jika memungkinkan, Anda bahkan dapat mengolahnya sendiri sesuai kebutuhan.

Lakukan Apa yang Bisa Dilakukan

 

Plastik adalah materi yang luwes. Meski tak akan pernah habis karena tak dapat diuraikan oleh alam, plastik selalu dapat didaur ulang walau tentu saja kualitasnya pasti menurun. Bijih plastik dari ember bekas, misalnya, dapat dibuat menjadi ember lagi tetapi tidak akan mencapai kualitas yang sama. Namun bijih plastik dari ember ini bisa menjadi produk lain seperti tas kresek (tas plastik jinjing).

Apabila sebelumnya Anda angkat tangan atau geleng-geleng melihat sampah plastik produksi pribadi Anda, barangkali mesin pencacah plastik kreasi Nur Adnan dkk ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan. Apalagi jika digunakan bersama dalam lingkungan RT atau RW. Dengan adanya mesin ini, sampah plastik di lingkungan dapat lebih terkelola dan tidak terbuang sia-sia, terlebih jika Pak RT/RW mengeluarkan Undang-Undang Anti Pemulung di daerah Anda.

Hubungan organisasi dan lingkungan perusahaan

CSR AQUA

Mengingat Aqua adalah perusahaan yang telah melayani masyarakat hampir 40 tahun, Aqua juga menggunakan sumber daya alam yakni sumber air bersih, oleh karena itu untuk menjaga kesinambungan serta keseimbangan penggunaan sumber daya agar tetap terjaga dan manfaatnya bagi masyarakat luas dan menciptakan pertumuhan sumber daya yang berkelanjutan. Oleh karena itu dirasa penting Aqua melakukan kegiatan CSR, dalam rangka sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menerapkan kegiatan berbasis masyarakat dalam menjalankan programnya. Kampanye yang telah dimulai sejak tahun 2007 ini juga adalah sebuah kampanye berkelanjutan mengenai kebaikan alam (Goodness of nature)

Salah satu program Aqua adalah WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) tujuanya untuk memberikan solusi dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Didalam program WASH ini adalah program ‘Satu Untuk Sepuluh’, program ini juga mendukung program Millenium Development yang dicanangkan oleh PBB tujuannya untuk memerangi kemiskinan dan kelaparan diberbagai belahan dunia yang ditarget pada tahun 2015.

Program yang akan dibahas kali ini khusus pada CSR Aqua yang telah terlaksana yaitu program “1L Aqua untuk 10L Air Bersih”, menurut Binahidra Logiardi, manajer PT Tirta Investama yang membawahi perusahaan Aqua, slogan ini adalah ungkapan simbiolis untuk memudahkan pemirsa mencerna pesan yang ingin Aqua sampaikan,  dimana  setiap 1 liter yang terjual telah membantu 10 liter air bersih untuk 4 kecamatan.

Program ini didasarkan pada fakta yang menjelaskan bahwa ait adalah kebutuhan mendasar bagi manusia, namun permasalahanya tidak semua orang dapat mengakses air bersih, karena faktor demografis yang membutuhkan infrastruktur memadai untuk itu. padahal kesehatan lingkungan dan diri adalah sesuatu yang mahal dan harus dijaga oleh pribadi individu.

Program ini dilaksanakan di Timor Tengah Selatan karena berdasarkan survey terbaru yang dilakukan ACF (Action Contre la Faim). NTT dianggap sebagai wilayah yang tepat, karena sedang mengalami program kelangkaan air bersih dibagian belahan timur Indonesia (program satu untuk sepuluh, 2007). Masyarakat NTT juga masih kesulitan dalam mengakses air bersih, mereka harus berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh, medanya pun terjal, berbatu bahkan harus melewati sungai. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membawa pulang dan pergi air dalam jerigen tiap harinya.

Kelangkaan air ini sangat berpengaruh pada banyak aspek, mulai dari anak anak yang mau tida mau harus membantu orang tua mereka untuk mendapatkan air, sehingga waktu bermain dan belajar merekapun sering terabaikan oleh hal ini, ancaman ragam penyakit juga menghantui mereka mulai dari demam berdarah, diare hingga malaria adalah penyakit yang sudah biasa mereka derita.

Berangkat dari permasalahan diatas, Aqua berkomitmen untuk memperbaiki kesejahteraan anak Indonesia. Untuk setiap liter produk Aqua berlabel khusus yakni Aqua 600 mm dan 1.500 mm dijual maka konsumen telah membantu program Aqua denga menyumbangkan 10 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu Aqua akan memperpendek jarak sumber air ke pemukiman penduduk dengan cara menempatkan pipa pipa ke tempat yang lebih mudah dijangkau. Sehingga jarak tempuh satu jam kini bisa diubah dengan jarak 200 meter saja, karena air bersih akan disalurkan melalui pipa pipa tersebut.

Aqua telah memberikan akses tersebut kepada 12.000 penerima bantuan dibeberapa desa kecamatan Boking dan Amanatun Utara NTT. Dalam program ini sumber mata air pegunungan yang terdapat didesa ditutp dengan menggunakan bangunan dari semen kemudian air tersebut dialirkan ke dusun melalui 11 titik keran air, penyaluran tersebut menggunakan dua prinsip teknologi yakni berdasarkan gravitasi dan pompa hidran. Panjang total pipa yang dibangun adalah 6 km,

Tujuan program ini dikatakn berhasil karena targetnya telah terpenuhi :

  1. Perbaikan infrastruktur air bersihdan jumlah ketersediaan air bersih, telah dipangkasnya jarak tempuh yang jauh menjadi lebih dekat sehingga mempermudah kebutuhan hidup mereka.
  2. Terciptanya kesadaran hidup sehat malalui penyuluhan kesehatan.
  3. Kerjasama dengan stakeholder lokal untuk mendukung keberlanjutan program.

 

Aqua mengadakan program yang bernama “Satu Untuk Sepuluh”. Tujuannya adalah untuk mempromosikan gaya hidup sehat dengan menyediakan akses air bersih dan pendidikan seputar kesehatan. Target program ini diharapkan dapat menjangkau 18.900 penerima bantuan didesa desa, Kecamatan Boking, Amanatun Utara, Toianas dan Noebana. Dalam program ini yang telah sukses diwujudkan adalah :

ü  Penyediaan Akses Air Bersih yang lebih mudah

ü  Penyuluhan Pola Hidup Sehat

ü  Pemberdayaan Masyarakat di wilayah tersebut

Sebuah kegiatan dikatakan termasuk CSR jika memiliki ciri ;

a.         Identifikasi yakni Aqua harus bisa memprioritaskan  kegiatan tersebut untuk orang orang yang benar benar membutuhkan (needs) dibanding mementingkan keinginan (wants), disini Aqua berprioritas untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat NTT, hal ini menunjukan bahwa disamping Aqua adalah sebuah perusahaan besar yang juga memiliki komitmen terhadap masyarakat dengan memberikan kontribusi yakni melakukan kegiatan untuk mengatasi kelangkaan air bersih salah satunya di NTT.

b.         Continuity yakni kegiatan yang bersifat terus menerus atau berkesinambungan. Hal ini dikarenakan untuk dapat mengubah perilaku dan mindset masyarakan tentang pentingnya air bersih sehingga untuk merubah kedua hal tersebut dibutuhkan jangka waktu yang panjang, Kegiatan Aqua ini bertajuk WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) didalamnya terdapat program ‘1 liter untuk 10 liter’ dan dilanjutkan dengan program ‘satu untuk sepuluh’ dengan jangka waktu hingga 2020 untuk membantu daerah daerah yang sedang mengalami krisis air bersih.

c.      Empowering yakni kegiatan yang dilakukan menekankan pada aktivitas tersebut dilakukan oleh masyarakat yang bersangkutan. Yakni Aqua memberikan penyuluhan penyuluhan kesehatan untuk membekali masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan air bersih yang benar. Dalam pengerjaan fisik Aqua juga melibatkan masyarakat karena tiap dusun memiliki komite air yang bertugas merawat instalasi. Sebanyak 127 komite air telah dibekali dengan berbagai keterampilan agar masyarakat dapat mengelola sarana air bersih, memberikan edukasi melalui kegiatan seperti pemutaran film, pertunjukan  drama.

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :