Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

all about PT Indofood

24 August 2013 - dalam produk Oleh kristin-natallia-feb12

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

A.  Lahirnya konglomerasi

Soeharto merupakan orang yang ‘memberikan nafas’ awal bisnis Om Liem. Dari mulai berdagang batik dengan bantuan jalur Soeharto, sampai akhirnya mendirikan “Gank of Four” pada tahun 1969 bersama Sudwikatmono (kerabat keluarga Soeharto), Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad.

Dari sinilah cikal-bakal Om Liem menjadi konglomerat papan atas di Indonesia, juga di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2004, majalah terkemuka Forbes mencatatnya sebagai orang terkaya nomor 25 di kawasan tersebut.

Dari empat sekawan ini pula, lahir fondasi-fondasi konglomerasi bisnis Grup Salim. Dari pabrik tepung terigu PT Bogasari hingga pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa. Bahkan sampai ke industri otomotif, Indomobil dan perbankan melalui Bank Central Asia (BCA).

Pencapaian bisnis PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) beserta anak usaha juga bervariasi. 'Bisnis makanan yang digawangi anak usaha, PT Indofood CBP Tbk (ICBP), masih prospektif. Ini terbukti dari penjualan ICBP yang tumbuh 16,2% (YoY) menjadi Rp 10,77 triliun per Juni 2012' (Analis AAA Securities Adolf Sutrisno).

Didalam negeri ada beberapa contoh konglomerasi kapitalis, ciri khasnya adalah  mereka membuat usaha perniagaan yang membuat uang konglomerat ini hanya berputar keluar lalu balik lagi kekantung mereka. Konglomerasi ada disemua bidang, mulai dari industri teknologi, media, kesehatan, perbankan, otomotif, dll.

 

B.      Pengertian konglomerasi

Konglomerasi secara teoritis definisinya adalah suatu korporasi yang
beragam (diversified). Diversifikasi horisontal maupun vertikal terjadi yang dalam prosesnya. tumbuh melalui kegiatan mergers (proses penyatuan dua atau lebih unit usaha yang sejenis). Ada yang meng-akuisisi, yang lebih kecil oleh yang besar dan dikenal sebagai hostile take overs (ambil alih  secara setangah paksa) oleh yang lebih bermodal besar.
Suatu kombinasi dari dua atau lebih unit bisnis dimana yang satu memperoleh harta (asset) dan utang-utang (liabilities) dari yang
lainnya dengan memberi imbalan saham atau tunai, atau kedua perusahaan meleburkan diri dan harta atau utang utang mereka dijadikan satu , dan melakukan penerbitan saham-saham baru. Motivasinya adalah meningkatkan nilai saham untuk kepentingan perhitungan laba akhir periode/tahun.
Strategi diversifikasi yang menjadi kerjaan para pemilik bisnis yang melakukan konglomerasi, banyak yang ikut-ikutan tanpa kesadaran profesional dan etis. Kebanyakan mereka tidak peduli rugi/laba perusahaan. Teramati waktu itu konglomerasi sebagai kumpulan
profit-centers yang dimiliki oleh satu orang atau semacam perkongsian dari sekelompok beberapa orang.

C.    Unit khas konglomerasi

Konglomerasi biasanya mempunyai unit usaha yang sangat khas yakni diantaranya:

  • Holding atau beberapa perusahaan dibawahnya memperkejakan sekian ribu orang.
  • Konglomerasi ini harus punya bank, ini mutlak harus ada. Gunanya bank adalah menampung kucuran kredit dari badan pemerintah untuk menjalankan roda usaha mereka, dan enaknya menyimpan duit dibank milik sendiri adalah dana itu bisa dimainkan lebih luwes atas perintah owner. Bank dipakai pula untuk menggaji karyawan, menjalankan fungsi perbankan termasuk asuransi untuk semua karyawan. Semua harus dipaksa ikut asuransi dari bank si owner.
  • Konglomerasi akan membuat asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pendidikan dan lain lain, Semua karyawannya dipotong uang gajinya untuk asuransi ini. Jadi gaji yang tiap kepala karyawan terima disana sudah jelas balik masuk ke holding sekian persen banyaknya.
  • Konglomerasi harus punya unit usaha lain misal retail dan suplai kebutuhan pokok hidup, food and beverages, karena manusia hidup butuh ini. Karyawan diajak untuk mau membeli di badan usaha milik perusahaan. Dan mudah diduga, akhirnya sekian persen lagi uang balik masuk ke konglomerat sipemilik holding
  • Ada baiknya konglomerat ini juga punya rumah sakit. Gunanya agar jika ada karyawan sakit yang tercover asuransi dari bank milik si konglomerat, maka karyawan itu harus masuk disini.
  • Membuat anak perusahaan lain yang bisa dikaitkan dengan core bisnis dari perusahaan induknya. Kembali lagi ide dasarnya agar uang yang keluar berputar balik ketangan pemilik awal.

 

D.    Konglomerasi dari generasi ke generasi

Salim Group sendiri merupakan konglomerasi terbesar di Indonesia. Bahkan, asset besar Indofood Sukses Makmur didaulat sebahai produsen mie instan terbesar di dunia. Sementara Bogasari merupakan industri pengolahan tepung terigu besar di Indonesia. Gurita bisnis Salim Group tak berhenti di situ saja, namun meluas kepada industri oil palm plantations, di atas tanah yang diperkirakan mencapai seribu kilometer persegi.

Tak hanya di industri mamin, dan perkebunan kelapa sawit, Grup Salim juga telah masuk ke industri properti sekitar 30 tahun. Beberapa sektor yang digarap Grup Salim diantaranya bisnis hotel dan resort, hingga dan real estate.

Sejak era 1997-1998, Om Liem telah melepaskan gurita bisnisnya, dan menyerahkan kepada sang anak laki-lakinya, yakni Anthoni Salim. Keputusan untuk cuci tangan dengan bisnis yang selama puluhan tahun dibangunnya ini, dipicu oleh kericuhan yang terjadi pada momen reformasi yang menandai runtuhnya benteng pemerintahan zaman Orde Baru Presiden Soeharto.

Di bawah kekuasaan generasi kedua Om Liem tersebut, rupanya adagium Better Generation alias generasi yang lebih baik, telah terbukti. Kerajaan bisnis Salim Group kian berkibar, dan memunculkan tren baru dengan inovasi cepat mengikuti perkembangan zaman. Contohnya saja gerai ritel moderen Indomaret, yang menjadi trendsetter bisnis waralaba di tanah air.

Tak berhenti di tangan dingin Presdir Indofood Sukses Makmur Tbk Anthoni Salim  yang sekaligus pemimpin Grup Salim tersebut, akan tetapi Grup Salim tetap dipertahankan hingga generasi ketiga. Misalnya, Anthoni mempercayakan salah satu perusahaan besar di Grup Salim untuk dipegang oleh putra keduanya, yakni Axton Salim. Pria muda alumnus University of Colorado, AS itu menerima tongkat estafet untuk meneruskan PT Indofood CBP Sukses Makmur, yang juga memutuskan untuk go public pada akhir kuartal ketiga 2010 silam.

Axton dengan usia yang masih kepala tiga telah dipercaya menjadi pengambil kebijakan (stakeholder) di jajaran kepengurusan alias Direksi di PT Indofood CBP Sukses Makmur. Tak hanya itu, sejak menempati posisi Direktur Indofood pada 2009, Axton merupakan direktur termuda dari sembilan anggota dewan direksi lainnya.

Saat ini, beberapa jejaring bisnis Grup Salim diantaranya Indosiar, Salim Palm Plantation, Indomiwon, IndoAgri, Yakult, Indofood, Indomaret, Intikom Berlian Mustika, Indomobil, Indocement, Sari Roti, Bogasari, Nestl", PepsiCo, Total Chemindo Loka, Unilever ( 35 persen oleh Grup Salim, dan and 65 persen oleh Unilever), Wings, dan Lion Corporation.

 

  1.  Rumusan masalah

Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran. Hal ini menjadi menarik karena perusahaan tersebut membentuk membentuk sistem konglomerasi, dimana merek Indofood dipakai sebagai Brand untuk seluruh  produk yang dihasilkan.

  1. STRATEGI PEMASARAN

Indomie untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk mi instan di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Indomie sebagai produk mi instan yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar. Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan taglinenya, "Indomie Seleraku". Pada tahun 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan event Indomie Jingle Dare, sebuah ajang kompetisi bagi pelajar tingkatan SMA untuk membuat jingle bagi iklan Indomie.

Iklan Indomie pada tahun 2001 dibintangi oleh Chairul Tanjung, Jovanka Mardova, dan Okky Lukman.

Dalam pemasarannya, grup distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan yang terluas di Indonesia, yang mana menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Indomie dapat dibeli secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga indomie relatif ekonomis, di Indonesia pada tahun 2012, indomie dihargai Rp. 1.450,- per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar Amerika. Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia seperti Lion Supermarket, Marina Food, atau 99 Ranch.

Satu bungkus Indomie Mi Goreng Spesial Plus memiliki berat bersih 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu bumbu, minyak bumbu, kecap manis, saus cabe dan bawang goreng.

Indomie Mi Goreng juga tersedia dalam versi JUMBO yang tersedia dalam dua pilihan rasa, yaitu Mi Goreng Spesial dengan berat bersih 129 gram dan Mi Goreng Rasa Ayam Panggang dengan berat bersih 127 gram.

Indomie pertama kali ikut serta dalam Pekan Raja Djakarta pada tahun 1973.

  1. KOMPOSISI
  2. POPULARITAS
  • Mi: Tepung terigu, minyak sayur, tepung tapioka, garam, pemantap (nabati dan natrium tripolifosfat), pengatur keasaman, mineral (zat besi), pewarna (tartrazin CI 19140), antioksidan (TBHQ).
  • Bumbu: Gula, garam, penguat rasa mononatrium glutamat (MSG), bubuk bawang putih, bubuk bawang bombay, perisa ayam (mengandung penguat rasa dinatrium inosinat dan guanilat), bubuk lada dan vitamin (A, B1, B6, B12, Niasin, Asam Folat, Pantotenat).
  • Minyak: Minyak sayur dan bawang merah.
  • Kecap Manis: Gula (mengandung sulfit), air, kedelai, gandum, garam, bumbu dan rempah-rempah, pengawet (natrium benzoat), minyak nabati.
  • Saus Cabe: Cabe, air, gula, garam, pengental, pengatur keasaman, bumbu, penguat rasa (mononatrium glutamat, dinatrium inosinat dan guanilat), perisa, pengawet (natrium benzoat dan natrium metabisulfit).
  • Bawang Goreng (mengandung antioksidan TBHQ)

  Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori "Paket Terbesar Mi Instan" dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355m x 0,47m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, dimana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia. [1]

  Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1. [2]

  Indomie memperkenalkan kemasan barunya pada tanggal 3 Januari 2010.

  Indomie adalah makanan yang sangat populer di Nigeria. Di Nigeria, Indomie diproduksi oleh De-United foods industries ltd, anak perusahaan Dufil Group, hasil joint venture Tolaram Group dari Singapura dengan Grup Salim dari Indonesia. Saat ini ada 2 pabrik yang memproduksi Indomie di Nigeria, yang pertama adalah pabrik De United Foods Industries limited yang didirikan 1995 di Ota Ogun State, merupakan pabrik pertama yang memproduksi Indomie di Nigeria dan merupakan produsen mi instan terbesar di Afrika Barat. Pabrik kedua adalah Dufil Prima Foods Plc yang dioperasikan sejak 2001, terletak di Choba, Port Harcourt, Rivers State.

  Indomie menyelenggarakan ulang tahunnya yang ke-40 pada bulan Agustus 2012 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, dengan peluncuran kemasan Indomie edisi khusus ulang tahun ke-40 pada bulan Juli 2012.

  Pada tanggal 8 Desember 2012, Indomie meluncurkan rasa baru, Indomie Goreng Cabe Ijo, dengan tagline Ijo, mantap, hot.

 

  1. Strategi Promosi

Produk Indofood banyak dipromosikan melalui :

         Media elektronik dan cetak yang menarik

         Papan bilboard di jalan-jalan besar

         Menjadi sponsor acara

         Mengadakan ajang lomba membuat jingle untuk indomie

 

Salah satu produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. yang melakukan promosi besar-besaran dan berhasil terkenal luas hingga mancanegara adalah Indomie. Rasanya yang enak merupakan salah satu daya tarik utama mengapa produk ini dapat dikenal luas. Indomie memiliki tagline yang sangat sederhana namun sangat pas dan ringan untuk didengar dan diingat oleh masyarakat yaitu, “Indomie seleraku” sedangkan nama atau merk indomie menjadi salah satu keberhasilan dari memilih nama produk sehingga produk tersebut banyak dikenal khususnya oleh masyarakat Indonesia. Nama yang singkat, sederhana namun unik, mudah diingat, menjadi beberapa faktor dari keberhasilan tersebut. Masyarakat Indonesia sendiri beranggapan bahwa nama atau merk indomie berasal dari kepanjangan Indonesia-mie sehingga menimbulkan asumsi bahwa indomie membawa jati diri bangsa.

 

Salah satu promosi indomie yang cukup unik adalah dengan mengajak konsumen untuk bercerita seputar pengalamannya bersama indomie. Cara ini juga tergolong cukup sukses dilihat dari antusiasme masyarakat dalam mengirim cerita-ceritanya tersebut dan dimuat dalam media elektronik yaitu iklan televisi.

 

 

 

  1. PENGHARGAAN

Top Brand Award 2010 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009–Indomie, The Most Powerful Distribution Performance

Top Brand Award 2009 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009 – Indomie, The Most Powerful Distribution Performance; The Most Powerful Distribution Performance 2009 - Indomie, The Most Powerful Brand Index; Indonesia Best Brand Award 2009 – Indomie, Platinum Brand Award, Achievement of Indonesian Best Brand Award for 7 Consecutive Years (2003-2009); Indonesian Customer Satisfaction Award 2009 – Indomie, Diamond Award, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction for 9 Years (2001-2009); The Most Impactful Brand Activation 2009 – Indomie Jingle Dare, The Most Interactive Road Show Activation; Indonesia Best Packaging Award 2009 – Indomie Rasa Soto Betawi, First Place of The Most Environment-Friendly Packaging, The Most User-Friendly Packaging and The Safest Packaging

Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Superbrands; Top Brand; Indonesia Best Packaging Award (As The Most Safety Indonesia Best Packaging); Indonesia Best Packaging Award (As Best of The Best Indonesia Best Packaging); The Most Powerful Distribution Performance; The Most Effective Ad

Top Brand; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI); The Most Powerful Distribution Performance

Superbrands; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; The Most Powerful Distribution Performance; Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI)

Guinness World of Record – The Largest Pack of Instant Noodles; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; Packaging Consumer Branding Award (Gold)

Superbrands; The Best Local Brand; Food, Tobacco & Restaurant; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Top Brand for Kids

Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA)

Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA)

Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); The Most Valuable Brands

 

 

PEMBAHASAN

 

  1.   Konglomerasi Indoofood kaitanya dengan teori etika Egoime etis.

      Perilaku yang dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.

      om liem mampu bergaul dengan pejabat pemerintah untuk memuluskan jalan usahanya, berkembangnya usaha-usaha yang telah dijalankan oleh om liem memberikan banyak manfaat pada perkembangan perekonomian negara, namun demi pencapaian yang lebih lagi maka om liem memasuki berbagai jenis usaha yang dapat mendukung usaha intinya bahkan usaha tambahan. hal itu dapat dilihat dari mulai tahapan produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir semua dilakukan oleh perusahaan berbeda namun dalam satu ikatan modal usaha yang sama yaitu yang dimiliki oleh om liem dan kerabat (keluarganya). usaha ini pula telah menyebabkan  sistem kapitalis, yaitu yang kaya semakin kaya.


Begitu besarnya produksi Indomie membuat merek ini identik dengan mi instan yang sangat melekat dan dikenal luas masyarakat. Bukan sekadar dikenal dari Sabang sampai Merauke atau Pulau Timor hingga Pulau Talaud. Namun, Indomie jauh mengalahkan merek mi instan saudaranya, seperti Supermi, Sarimi atau Pop Mie. Tak mengherankan jika Indomie secara konsisten mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi setiap tahunnya.

Yang lebih menakjubkan, Indomie bukan hanya dikenal di Indonesia, namun juga di mancanegara. Saat itu, menurut Direktur Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, Indomie sudah diekspor ke 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat di Asia seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong hingga Taiwan.

 

 

  1. Konglomerasi Indoofood ditinjau dari teori etika Utilitarianime

 

             Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah,      atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan.

             Indoofood jika berdasarkan teori ini telah memberikan manfaat yang sangat banyak untuk      masyarakat, penawaran kualitas yang baik dari indofood menjadi sesuatu level posisi pasar yang banyak dijadikan patokan oleh banyak orang dalam memilih merek, misalkan ketika seseorang ingin mengkonsumsi Mie, maka yang banyak dipilih adalah merek Indomie terlebih dahulu.

selain itu banyaknya usaha om Liem telah mampu menyerap tenaga kerja yang sangat besar, akan tetapi gaji yang didapat oleh pekerja sangat kecil atau hanya UMR saja dan uang tersebut sebagian masuk kembali ke perusahaan konglomerasi tersebut.

dampak negatif dari usaha semacam ini, yang dilakukan secara konglomerasi berdampak buruk pada karyawan yang bekerja di perusahaan jenis konglomerasi. uang yang di dapat dari pekerjaanya, masuk kembali ke kantong para konglomerat pemilik modal dengan dibentuknya perusahaan-perusahaan yang menangani kebutuhan masyarakat umum dan khususnya para karyarwan. seperti bank, rumah sakit, asuransi, kredit produknya, dan unit usaha lainya.

.

  1.  Konglomerasi Indofood ditinjau dari teori etika Teleologi.

Etika Teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat

Konglomerasi terbesar yang dilakukan oleh Grup Salim tidak dapat hanya dinilai baik buruk berdasarkan tindakanya, tindakan mengkonglomerasi usahanya adalah untuk kemajuan perusahaan dan memang usaha yang dilakukanya dilibatkan dengan keluarga yang memiliki kredibilatas dan kualitas baik. anak-anak atau keluarga konglomerat yang memiliki posisi baik pada usaha tersebut dinilai baik karena telah mencapai posisi yang bagus dalam memabawa dan mengembangkan grup tersebut, selain itu tujuan dari Indofood juga telah membuahkan hasil yang luar biasa di mata dunia.

Indofood terus tumbuh dan berkembang sebagai raja industri makanan di Indonesia. Bahkan, bisnis Indofood kian terintegrasi dan bergerak dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis, industri tepung terigu, produk makanan hingga menguasai jalur distribusi.

Indofood pun menawarkan saham perdana anak usaha, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk di Bursa Efek Indonesia. Dari IPO tersebut, Indofood meraup dana besar, Rp6,29 triliun.

Sebagian dari dana itu dipakai pengembangan usaha, seperti menambah kapasitas pabrik untuk susu, penyedap makanan, nutrisi serta makanan kaleng. Yang tak kalah penting adalah menggenjot pabrik mi instan, produk paling populer made in Indofood.

Khusus untuk mi instan, penambahan kapasitas pabrik digeber di Jakarta, Palembang, dan Semarang. "Kapasitas noodle akan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun," kata Sekretaris Perusahaan Indofood Sukses Makmur, Werianty Setiawan saat itu.  

sehingga hal demikian menambah investasi modal dan mampu menyerap tenaga kerja.

 

  1. Konglomerasi Indofood ditinjau dari teori etika Deontologi

Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas

Grup Salim telah memenuhi kewajibanya dalam membentuk banyak perusahaan dan menyerap tenaga kerja lalu memberikanya imbalan yang sesuai. dan usaha tersebut sangat bermoral karena Indomie (produk dari Indofood) banyak di distribusikan ke berbagai tempat di Indonesia bahkan di ekspor ke 80 Negara. hal ini memberi manfaat baik bagi Negara dalam menambah devisa dan membawa harum nama baik Indonesia. Konglomerasi yang dilakukan oleh Indofood tidak perlu dipermasalahkan, karena manfaat besar yang telah dicapai oleh Indomie sebagai pasar mie terbesar di dunia. 

Pada saat krisis moneter 1998, bisnis Grup Salim jatuh. Saat itu, perusahaan harus menyerahkan sekitar 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar utang Rp52,7 triliun.

 

 

 

  1. PERLUASAN

Pertama dipasarkan pada tahun 1982 di Indonesia dan pada perkembangannya meluas ke USA ,UK ,Australia ,Timur tengah, Afrika ,Asia. didistribusikan ke 30 negara dengan market share mencapai 70% lebih menjadikan indofood sebagai perusahaan mie instan terbesar di dunia.

Indomie di Cina ada rasa vegetarian
Indomie di Malaysia (Mi Segera)

Indomie di Syria ada rasa Sea Food

Indomie di USA ( Special Chickennya yg paling direkomen disana) dan sempat menjadi sebagai hadiah natal yg paling direkomendasi disana.

Indomie di Ausie ( Satay Flavor banyak yg suka )

Indomie di Korea

perluasan pasar Indomie keluar negeri sampai ke Nigeria pada beberapa dekade yg lalu, tanpa diduga Indomie berefek luar biasa dinegara sana terutama pada kulinernya.

Indomie diproduksi oleh salah satu anak perusahaan Indofood yang bernama De-United yang memiliki dua pabrik besar di Nigeria. Perusahaan itu memiliki 300 distributor, 100 ribu retailer dan lebih dari 38 juta konsumen (bahkan ada yang bilang lebih dari 120 juta konsumen), dan konon merupakan investasi Indonesia terbesar di Afrika Barat
 bahkan indomie dianggap sebagai makanan pokok disana. Bagaimana dengan dinegara Timur Tengah sana ? di negara Arab serta Syria Indomie sangat digemari juga, sampai indomie pun punya pabrik disana.

 

  1. Indomie di mancanegara

Penandatanganan kerja sama antara perusahaan bisnis asal Kazakhstan Interex Group dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan di Kazakhstan baru-baru ini menjadikan produk mi instan bakal resmi masuk pasar Kazakhstan.

Adapun besar dan banyaknya kebutuhan Indomie di negeri Kazakhstan, menurut General Manager Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur Tbk Stefanus Indrayana, saat ini masih dalam tahap penjajakan. Namun menurutnya, pasar di negeri tersebut cukup besar.

Dari laporan tahun 2011, kapasitas produksi mi instan ini berhasil mencapai belasan miliar bungkus per tahun. Hal tersebut menempatkan Indofood sebagai produsen mi instan terbesar di dunia. Dari total kapasitas tersebut, sebanyak 11 miliar bungkus adalah produk Indomie. Dari jumlah itu, sebanyak 880 juta bungkus diekspor.

Khusus untuk mi instan, penambahan telah dilakukan terhadap kapasitas produk dari pabrik yang ada di Jakarta, Palembang, dan Semarang. Dengan demikian, kapasitas mi akan didongkrak 13 persen dari sekarang 15,7 miliar bungkus per tahun.

Menurut Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang, beberapa waktu lalu, Indomie sudah diekspor ke 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. Indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat di Asia, seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, hingga Taiwan. Namun, Indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer mulai dari wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga benua Amerika.

Untuk memenuhi permintaan di berbagai belahan dunia tersebut, Indofood tidak sekadar mendatangkan Indomie dari Indonesia. Namun, perusahaan yang dirintis oleh taipan Soedono Salim ini juga membangun pabrik di sejumlah negara lain. Misalnya di Malaysia, Indofood mempunyai perusahaan Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd yang khusus memproduksi mi instan di Malaysia.

Untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika, Indofood menjalin kontrak perjanjian dengan berbagai perusahaan di sana untuk memproduksi Indomie. Misalnya saja dengan Pinehill Arabia Food Limited (Pinehill) di Arab Arabia, De United Food Industries Limited (Duhill) di Nigeria, Salim Wazaran Brinjikji Company (Sawab) di Syria, dan Salim Wazaran Abu Elata Co (Sawata) di Mesir.

 

Indomie secara tidak langsung terpromosikan karena sering menjadi salah satu bantuan makanan untuk korban bencana alam baik di dalam negeri maupun di luar nengeri. Banyak warga negara Indonesia di negara lain yang sering membawa produk ini ke negara mereka tinggal sebagai salah satu makanan instant favorit. Indomie kini bukan hanya dapat dijumpai di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara di Asia, Afrika bahkan Eropa.




 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

  • Kesimpulan

 

Produk-produk asal Indonesia ternyata disukai oleh masyarakat Eropa Timur termasuk juga Serbia. Pemerintah tengah membujuk pengusaha Indonesia termasuk Indofood untuk berekspansi.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan, produk Indomie keluaran Indofood ternyata juga diminati di Eropa Timur seperti Serbia. Pemerintah pun membujuk Indofood membuka pabrik Indomie di Serbia untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia. Dikatakan Deddy, hasil kunjungannya ke Serbia memperlihatkan terbukanya jalur investasi yang akan ditawarkan Serbia ke Indonesia.

begitu besarnya produksi indomie membuat merek ini identik dengan mi instan yang sangat melekat dan dikenal luas masyarakat. bukan sekedar dikenal dari sabang sampai merauke atau pulau timor hingga pulau talaud. namun, indomie jauh mengalahkan merek mi instan saudaranya, seperti supermi, sarimi atau pop mie. tak mengherankan jika indomie secara konsisten mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi setiap tahunnya.

yang lebih menakjubkan, indomie bukan hanya dikenal di indonesia, namun juga di manca negara. menurut direktur pt indofood sukses makmur, franciscus welirang, indomie sudah diekspor ke 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. indomie bukan hanya dikenal di negara tetangga dekat di asia seperti singapura, malaysia, brunei, hong kong hingga taiwan. namun, indomie sudah terbang jauh ribuan kilometer mulai dari wilayah eropa, timur tengah, afrika hingga benua amerika.

di negara-negara afrika dan timur tengah, seperti sudan dan libanon malah hampir ada di setiap toko retail dan super market. di amerika serikat, indomie malah menjadi  salah satu kado natal favorit. seorang blogger yang bernama roger ebert, kritikus film berpengaruh di as pada 13 desember 2009 menyebutkan lima bungkus indomie goreng sebagai hadiah natal favorit paling murah.

"dengan harga us$2,49 [sekitar rp22.200 untuk kurs saat ini], saya sarankan hadiah mi goreng instan indomie - mix 5 flavor - untuk dimasak," tulis ebert. saat itu, dia memang tak langsung mencoba. “namun, karena desakan rekan dari india, s.m. rana, saya membelinya untuk teman-teman. mereka bilang sangat lezat - pasta instan paling gurih yang pernah dicoba," tulis ebert.

untuk memenuhi permintaan di berbagai belahan dunia tersebut, indofood tidak sekedar mendatangkan indomie dari indonesia. namun, perusahaan yang dirintis oleh taipan soedono salim ini juga membangun pabrik di sejumlah negara lain. sebut saja misalnya di malaysia, indofood mempunyai perusahaan indofood (m) food industries sdn bhd yang khusus memproduksi mi instan di malaysia.

cara berbeda ditempuh indofood untuk wilayah timur tengah dan afrika. indofood menjalin kontrak perjanjian dengan berbagai perusahaan di sana untuk memproduksi indomie. misalnya saja dengan pinehill arabia food limited (pinehill) di saudi arabia, de united food industries limited (duhill) di nigeria, salim wazaran brinjikji company (sawab) di syria dan salim wazaran abu elata co (sawata) di mesir. dengan pasar yang begitu luas hingga 80 negara, tak mengherankan jika kerajaan bisnis indofood terus melaju. akibatnya, sepanjang semester i 2010 saja, total aset perusahaan yang dikomandani anthoni salim melonjak menjadi rp11,2 triliun dibanding rp10,2 triliun pada tahun sebelumnya. penjualan naik 11 persen menjadi rp8,91 triliun dari rp8,03 triliun. dan, laba bersih juga melonjak tajam dari rp555,08 miliar pada juni 2009 menjadi rp809 miliar setahun kemudian.

tentu saja, indomie adalah penyumbang terbesar pendapatan indofood. kontribusinya mencapai hampir 70 persen dari semua produk bermerek made in indofood.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Website:http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/31/0041276/Indomie.Tembus.Pasar.Kazakhstan pada 12 maret 2013.

 

 

 

 

 



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :