Web Mahasiswa

Berpacu menjadi yang terbaik

ekspor kopi di indonesia

24 August 2013 - dalam pemasaran Oleh kristin-natallia-feb12

Ekspor Kopi Indonesia

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi nomor lima di dunia, produksi kopi Indonesia sebagian besar diekspor yaitu antara 50%-80%. Ekspor kopi Indonesia hampir seluruhnya dalam bentuk biji kering dan hanya sebagian kecil (kurang dari 0,5%) dalam bentuk hasil olahan. Negara tujuan utama ekspor kopi Indonesia adalah Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Italia (Tabel 1).


Tabel 1. Perkembangan volume dan total nilai ekspor kopi Indonesia 1998-2002 (ton)

No.

Negara Tujuan

Tahun

1998

1999

2000

2001

2002

1.

Jerman

56.640

50.298

47.648

29.417

53.563

2.

Jepang

56.376

67.388

65.842

58.623

49.039

3.

Amerika Serikat

10.180

36.603

33.003

36.803

43.243

4.

Korea

9.419

420

11.555

2.942

15.267

5.

Italia

14.863

19.651

19.443

11.378

15.011

6.

Singapura

9.234

14.404

12.974

10.205

12.475

7.

Inggris

8.035

11.981

11.090

4.385

10.481

8.

Rumania

10.484

4.617

4.905

5.429

10.296

9.

Bulgaria

11.699

11.899

11.917

4

7.081

10.

Philippina

9.935

2.837

13.191

560

1.984

11.

Lainnya

160.685

132.664

107.633

91.072

106.570


Total Volume

357.550

352.762

339.201

250.818

325.010


Nilai (US $ juta)

584,24

466,83

318,90

188,49

223,92

Sumber: Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, 2004

Berdasarkan Tabel.1. tampak bahwa volume ekspor kopi Indonesia relatif stabil pada kisaran antara 300-360 ribu ton, kecuali pada tahun 2001 yang ekspor hanya sebesar 250 ribu ton. Meskipun volume ekspor relatif stabil, tetapi nilai ekspornya terus menurun dari US $ 584,24 juta pada tahun 1998, menjadi US $188,5 juta tahun 2001 dan sedikit naik menjadi US $ 223,92 juta tahun 2002.

Hal tersebut menunjukkan bahwa peranan komoditas kopi untuk memberikan pendapatan yang layak bagi petani maupun sumber devisa semakin kecil. Kopi tidak lagi menyediakan kesempatan kerja yang layak bagi petani, pedagang maupun eksportir kopi dan sumbangannya terhadap nilai ekspor terus berkurang.

Negara importir utama kopi dunia masih diduduki oleh Amerika Serikat diikuti oleh Jerman, Perancis, Jepang, Italia, Spanyol dan Inggris. Perkembangan volume impor negara pengimpor utama kopi dunia tersebut cenderung terus meningkat, meskipun peningkatannya relatif kecil (Tabel 2).

Tabel. 2. Perkembangan Impor Kopi Negara Pengimpor Utama Kopi Dunia (dalam juta karung*)

Tahun

AS

Jerman

Perancis

Jepang

Italia

Spanyol

Inggris

1997

20,35

13,95

6,83

6,05

5,75

3,82

3,00

1998

21,05

13,81

6,68

6,10

5,92

3,78

3,23

1999

22,79

14,45

6,80

6,62

5,98

4,03

2,95

2000

23,83

14,38

6,64

6,98

6,35

3,82

3,10

2001

21,45

15,11

6,88

7,07

6,57

4,13

3,11

2002

21,70

15,73

7,06

7,37

6,56

4,09

3,02

2003

22,91

15,90

6,82

6,97

6,96

4,21

3,08

Sumber: International Coffee Organization, 2003

*) satu karung = 60 kg

Berdasarkan Tabel 2 tampak bahwa Amerika Serikat sebagai importir utama kopi dunia pada awalnya mengalami peningkatan cukup tajam hingga tahun 2000, tetapi kemudian turun cukup drastis pada tahun 2001 dan kembali meningkat tahun 2002 dan 2003. Sementara impor kopi negara importir lainnya meskipun sedikit berfluktuasi tetapi mempunyai kecenderungan terus meningkat (Herman.2004).

Konsumsi Kopi Dunia

Negara negara importor utama kopi dunia dunia masih mendominasi konsumsi kopi yang porsinya sekitar 56%, sementara konsumsi negara-negara pengekspor hanya sekitar 25%, dan selebihnya sekitar 19% dikonsumsi oleh negara-negara produsen yang tidak mengekspor serta negara pengimpor lainnya. Konsumen utama negara-negara pengimpor kopi dunia adalah Amerika Serikat disusul Jerman, Jepang, Italia dan Prancis. Sementara konsumen utama negara-negara produsen hanya Brazil, sedangkan konsumsi negara produsen lainnya masih sangat rendah (Tabel 3).


 

Tabel 3. Perkembangan Konsumsi Kopi Negara Pengimpor dan Produsen Utama (dalam ribu karung*)

No.

Negara

Tahun

2000

2001

2002

2003

I.

Pengimpor





1.

Amerika Serikat

18.558

19.343

18.870

20.505

2.

Jerman

9.183

9.468

9.064

9.133

3.

Jepang

6.693

7.004

6.934

6.812

4.

Prancis

5.400

5.241

5.492

5.428

5.

Italia

5.163

5.252

5.280

5.503

II.

Produsen





1.

Brazil

13.000

13.250

13.500

13.750

2.

Indonesia

1.667

2.000

1.833

2.000

3.

Ethiopia

1.667

1.833

1.833

1.833

4.

Meksiko

1.305

1.500

1.500

1.500

5.

Kolombia

1.400

1.400

1.400

1.300

Sumber: International Coffee Organization, 2004.

*) satu karung = 60 kg

Sejak awal terjadinya krisis kopi dunia tahun 1998,secara umum konsumsi kopi dunia selalu berada dibawah produksi . Perkembangan konsumsi kopi dunia relatif lambat karena konsumsi kopi per kapita di negara konsumen utama dunia khususnya di negara konsumen tradisional mengalami penurunan. Sebagai contoh, konsumsi kopi per kapita di Amerika Serikat turun 8,35% yaitu dari 4,43 kg/kapita (rata-rata tahun 1990-1993) menjadi 4,06 (rata-rata tahun 2000-2003). Pada periode yang sama, penurunan konsumsi kopi per kapita yang lebih tajam dialami oleh Belanda, Austria, Swedia, Denmark, Inggris, dan Norwegia masing-masing -32,59%, -31,73%, -27,89%, -15,31%, -10,51% dan 10,97%. Meskipun demikian ada beberapa negara konsumen utama kopi yang mengalami peningkatan konsumsi per kapita antara lain Jepang, Italia, dan Belgia/Luxembourg masing-masing 19,67%, 14,63% dan 53,50%. Kecenderungan penurunan konsumsi per kapita di negara konsumen utama kopi dunia tersebut diperkirakan masih berlanjut, sehingga laju perkembangan konsumsi kopi dunia tetap rendah (International Coffee Organization, 2004 ).



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :